Sabtu, 17 September 2011

Gua Putri

Gua Putri


Perjalanan menuju lokasi wisata tersebut, selama dalam perjalanannya akan disuguhkan pemandangan tepian Sungai Ogan dan pemukiman bernuansakan perkampungan yang cukup memanjakan mata ini, serta dilingkupi suasana hutan tropis yang sedikit berembun dan gudukan batu karang yang menghiasi perjalanan menuju masuk mulut gua.
Saat memasuki gua tersebut, para pengunjung akan dikejutkan dengan suasana takjub karena gua yang memiliki panjang lebih urang 159 meter dan lebar antara 8 – 20 meter dengan tinggi didalam gua kurang lebih 20 meter yang dihiasi ornament stalagtit dan stalagmit yang diperkirakan berusia ratusan tahun ini ternyata di tengah-tengah gua mengalir sebuah anak Sungai Semuhun yang bermuara di Sungai Ogan. Obyek wisata yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga, Kab. OKU, sarana dan prasarana pendukungnya sudah banyak terdapat di sekitaran mulut gua sebagai sarana penunjang, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan Gua Putri dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Pemerintah setempat pun telah menyediakan cottage, aula, museum, mushola, panggung kesenian, bahkan toilet serta fasilitas pendukung lainnya.Perlu diketahui, bahwa kawasan wisata Gua Putri memiliki luas sekitar 6 hektar. Untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, pemerintah setempat sedang membangun jalan dan jembatan menuju objek wisata sepanjang 1,5 kilometer. Jalan beton menuju mulut gua selebar 2 meter sudah dibangun.Meskipun didalam gua tersebut sudah ada lampu penerangnya hingga menuju sudut gua, namun bau kotoran kelelawar sangat terasa ketika memasuki mulut gua mengingat masih banyaknya kelelawar bergelantungan di dalam gua.Di dalam Gua Putri pernah ditemukan tulang manusia, tulang binatang dan pecahan gerabah, yang diyakini adalah peninggalan prasejarah. Selain itu, ada pula kapak batu dan beberapa perkakas kuno yang menunjukkan gua tersebut pada saat masa prasejarah pernah dihuni oleh manusia.
Situs Gua Putri berada pada posisi koordinat 04o 04’ 08,5” Garis Lintang Selatan dan 103o 30’,07” Garis Bujur Timur. Gua Putri terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kab. O.K.U.
Gua Putri memiliki pintu masuk dengan lebar 13-15 meter, dinding-dindingnya mencekung, langit-langit gua membentuk kubah dan tampak beberapa stalaktit-stalaknit menyatu di gua tersebut. Mulut gua memiliki tinggi sekitar 5 meter dan panjang gua sekitar 350 meter dengan lorongnya yang berkelok-kelok dan tembus keluar yang jumlahnya tidak kurang 5 buah. Di dalam gua dipasang lampu penerangan, sehingga memudahkan kita menyusuri lorong-lorong. Di dalam gua terdapat Sungai Semohon dengan lebar lebih kurang 1-1,5 meter dan kedalaman 0,5-2 meter.
Gua Putri yang merupakan salah satu obyek wisata terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Untuk menuju Gua ini kita melewati Jalan Lintas Sumatera (LINSUM). Saat menuju ke lokasi tersebut para wisatawan ataupun para penggemar tempat dan perjalanan wisata dapat menempuh perjalanan tersebut dalam waktu 1 jam dari Ibukota Kabupaten, Baturaja maupun dari Kota Muaraenim atau kurang lebih 35 km.


Perjalanan menuju lokasi wisata tersebut, selama dalam perjalanannya akan disuguhkan pemandangan tepian Sungai Ogan dan pemukiman bernuansakan perkampungan yang cukup memanjakan mata ini, serta dilingkupi suasana hutan tropis yang sedikit berembun dan gudukan batu karang yang menghiasi perjalanan menuju masuk mulut gua.

Saat memasuki gua tersebut, para pengunjung akan dikejutkan dengan suasana takjub karena gua yang memiliki panjang lebih urang 159 meter dan lebar antara 8 – 20 meter dengan tinggi didalam gua kurang lebih 20 meter yang dihiasi ornament stalagtit dan stalagmit yang diperkirakan berusia ratusan tahun ini ternyata di tengah-tengah gua mengalir sebuah anak Sungai Semuhun yang bermuara di Sungai Ogan.

Obyek wisata yang saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Pemuda Olahraga, Kab. OKU, sarana dan prasarana pendukungnya sudah banyak terdapat di sekitaran mulut gua sebagai sarana penunjang, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan Gua Putri dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Pemerintah setempat pun telah menyediakan cottage, aula, museum, mushola, panggung kesenian, bahkan toilet serta fasilitas pendukung lainnya.

Perlu diketahui, bahwa kawasan wisata Gua Putri memiliki luas sekitar 6 hektar. Untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, pemerintah setempat sedang membangun jalan dan jembatan menuju objek wisata sepanjang 1,5 kilometer. Jalan beton menuju mulut gua selebar 2 meter sudah dibangun.

Meskipun didalam gua tersebut sudah ada lampu penerangnya hingga menuju sudut gua, namun bau kotoran kelelawar sangat terasa ketika memasuki mulut gua mengingat masih banyaknya kelelawar bergelantungan di dalam gua.

Di dalam Gua Putri pernah ditemukan tulang manusia, tulang binatang dan pecahan gerabah, yang diyakini adalah peninggalan prasejarah. Selain itu, ada pula kapak batu dan beberapa perkakas kuno yang menunjukkan gua tersebut pada saat masa prasejarah pernah dihuni oleh manusia.

Wisata Alam sekaligus Wisata Sejarah

Pelesir ke Gua Putri bisa mendapatkan dua pengalaman sekaligus. Berwisata alam sekaligus berwisata sejarah. Hasil penelitian arkeologis menunjukkan, gua yang masih alami itu pernah menjadi hunian manusia prasejarah.Berry Sunisu, Baturaja

LOKASINYA memang agak tersembunyi. Namun, pendatang baru sekalipun dengan mudah bisa menemukannya. Sebab, warga sekitar gua akan de¬ngan senang hati mengantar.

Apalagi, pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah membangun jalan beton yang mengarah ke mulut gua. Jalan selebar 1-2 meter itu cukup lapang untuk dilalui.
Memasuki gua tersebut tidak perlu memiliki keahlian khusus layaknya penelusur gua. Pintu gua cukup lebar dan tinggi sehingga pengunjung tidak perlu menunduk, apalagi merangkak untuk memasukinya.

Begitu juga ruangan di dalam gua tersebut. Lebar gua yang bervariasi, 8-20 meter, cukup lapang untuk berjalan-jalan. Jarak antara lantai gua dan langit-langitnya pun lebar, berkisar 2,7-4 meter.
Hanya, meski kondisinya lapang, pengunjung harus berhati-hati saat menapaki lantai gua dan menyusuri rute dari pintu masuk sampai ke pintu keluar. Meski sudah ada lampu penerangan di rute sepanjang 500 meter tersebut, dinding gua yang kelam tidak cukup membantu untuk menerangi isi gua. Selain pencahayaan yang tidak terlalu terang, pengunjung harus berhati-hati. Sebab, di beberapa bagian, jalanan menanjak dengan lantai yang licin.

Begitu memasuki gua tersebut, bau khas kotoran kelelawar langsung menyambut. Tidak perlu kaget jika tiba-tiba beberapa ekor binatang malam itu melintas. Pada langit-langit, ratusan kelelawar bergelantungan dengan kepala di bawah.

Semua tantangan perjalanan dan sambutan itu terbayar ketika memasuki bagian tengah gua. Beragam bentuk batuan, termasuk stalagtit dan stalagmit, seakan menembus lantai dan langit-langit gua.

Belum hilang kekaguman menyaksikan benda-benda bentukan alam tersebut, telinga sudah terbuai dengan suara gemericik air dari bagian tengah gua. Suara itu berasal dari sungai bawah tanah di gua tersebut.

Sungai tersebut merupakan aliran anak Sungai Semuhun yang selanjutnya bertemu dengan Sungai Ogan. Meski berada di dalam gua, sungai itu cukup besar. Lebar badan sungai tersebut bervariasi, 8-12 meter.

Konon, warga sekitar meyakini bahwa sungai di dalam gua itu dulu adalah pemandian bagi para putri kerajaan. Ada juga yang memercayai bahwa air sungai tersebut mengandung khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Hanya dengan membasuh muka de¬ngan air sungai tersebut, warga sekitar yakin bisa awet muda. Remaja yang belum mendapatkan jodoh juga bisa mencoba khasiat air sungai itu yang disebut-sebut bisa mengentengkan jodoh.

Dugaan bahwa Gua Puteri pernah menjadi hunian manusia prasejarah didasari penelitian pada 2005. Balai Arkeologi Palembang menemukan jejak-jejak budaya prasejarah pada kedalaman tertentu.

Beberapa di antaranya pecahan gerabah, tulang binatang, bahkan tulang manusia. Juga ditemukan beberapa perkakas kuno, seperti batu pukul, batu pahat, dan kapak batu. Temuan-temuan itulah yang mengarah pada dugaan bahwa gua tersebut pernah dihuni manusia.

Dugaan tersebut diperkuat hasil penelitian tim Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (Puslitbang Arkenas) yang dipimpin Prof Truman Simanjuntak pada awal 2009. Penelitian tersebut dilakukan di Gua Harimau yang lokasinya berdekatan dengan Gua Putri. Di Gua Harimau, tim itu menemukan empat kerangka manusia yang berdasar ciri-cirinya berasal dari zaman neolitikum.

Secara keseluruhan, pengelolaan Gua Putri sebagai objek wisata memang belum maksimal. Fasilitas yang tersedia barulah warung-warung kecil di dekat pintu keluar gua.

Pemkab Ogan Komering Ulu sedang menyusun konsep pengembangan kawasan tersebut dengan pihak konsultan. Yang mendesak adalah pemagaran keliling dan pembangunan jalan setapak di areal wisata itu.

Yang juga tengah digagas adalah pembangunan museum mini untuk menyimpan temuan-temuan arkeologis di dalam gua tersebut. Juga fasilitas-fasilitas penunjang lain, yang bisa memberi nilai tambah objek wisata itu. Yang tidak kalah penting adalah perluasan lahan parkir untuk kendaraan pengunjung yang saat ini memang kurang.


desa ku

JAM SAYA

Loading...